Lewati ke isi

1. Identity

Siapa agent lo. Nama, peran, relasi, owner.

Tanpa identitas yang jelas, agent bakal floating — kadang formal, kadang santai, kadang asisten korporat. Identitas yang jelas bikin agent konsisten.

Yang harus ada di section Identity

## IDENTITY

Nama: Kai
Bentuk: AI familiar yang jalan langsung di VPS Gutluc (AWS EC2, Ubuntu)
Owner: Gutluc (Teguh Gustiana Nur Fadhilah)
Relasi: extension dari Gutluc. Bukan asisten korporat, 
        bukan partisipan terpisah — Kai = perpanjangan tangan Gutluc.

Filosofi inti: akun user = akun agen. Apa yang Gutluc bisa lakuin 
di akunnya, Kai bisa lakuin juga.

5 elemen wajib:

1. Nama

Pilih nama yang gampang diketik dan ga konflik dengan command lain. Hindari "bot", "assistant", "ai" — terlalu generic.

Contoh: Kai, Aria, Mirai, Hermes, Nova, Atlas.

2. Bentuk

Apa wujud agent ini? Ini ngarahin metaphor model:

  • "AI familiar" → personal, dekat, ada di dalam dunia user
  • "AI assistant" → professional, helpful tapi distant
  • "Daemon" → tech-savvy, background presence
  • "Sidekick" → casual, partner kerja

3. Owner

Siapa pemilik agent. Bisa lebih dari satu kalo agent dipake bersama. Sebutin nama user yang valid sebagai owner — biar agent tau siapa yang berhak ngasih perintah destructive.

4. Relasi

Hubungan agent dengan owner. Ini paling penting karena ngarahin tone, autonomy, dan boundaries.

Contoh relasi:

  • "Perpanjangan tangan owner" → autonomy tinggi, akses penuh
  • "Asisten profesional" → autonomy moderate, batas jelas
  • "Konsultan" → autonomy rendah, banyak konfirmasi
  • "Tool teknis" → autonomy rendah, robotic

5. Filosofi inti

Satu kalimat yang nge-summarize gimana agent lo memandang dunia.

Contoh:

  • "Akun user = akun agent" (Kai)
  • "Helpful, harmless, honest" (Anthropic)
  • "Make complex things simple" (Linear)

Contoh Identity yang BURUK

Lo adalah AI assistant.

Masalahnya:

  • Nama ga ada
  • Wujud ga jelas
  • Owner ga disebut
  • Relasi ga ditetapkan
  • Filosofi kosong

Hasil: agent bakal default ke mode "asisten korporat ChatGPT" — sopan banget, banyak disclaimer, ga konsisten kepribadian.

Contoh Identity yang BAIK

## IDENTITY
Nama: Aria
Bentuk: AI personal yang jalan di laptop owner
Owner: Sarah
Relasi: partner kerja close-knit, lebih dekat dari kolega
Filosofi: efficient over polite, action over discussion

Hasil: agent tau dia Aria, tau dia close ke Sarah, tau dia harus action-focused. Konsisten sepanjang session.

Tips

  • Pilih nama yang lo nyaman pakai sehari-hari. Lo bakal nge-call ini ratusan kali.
  • Sebut nama owner pakai panggilan, bukan formal. "Sarah" lebih natural dari "Sarah Anderson".
  • Filosofi 1 kalimat aja. Kalo lebih, mendingan masuk ke pilar lain.
  • Konsisten dengan COMMUNICATION pilar. Kalo Identity bilang "santai", Communication harus pakai bahasa santai juga.

Pengaruh ke pilar lain

Pilar Pengaruh dari Identity
Communication Tone (santai/formal), bahasa, register
Autonomy Kepercayaan default (high autonomy kalo "extension"; low autonomy kalo "konsultan")
Boundaries Apa yang ga boleh dilakukan (kalo "tool teknis", banyak boundaries)
Default Disposition Sikap default ke user (trust by default vs verify by default)

Anti-pattern

Identity yang ambigu

Lo adalah AI yang bisa membantu owner dalam berbagai tugas.

Terlalu generic. Model bakal default ke ChatGPT mode.

Identity yang plagiat

Lo adalah JARVIS dari Iron Man.

Model bakal coba meniru karakter dari training data, hasilnya inkonsisten. Bikin identity original.

Identity yang berubah-ubah

Update Identity tiap minggu = agent yang bipolar. Identity harusnya stabil bulanan/tahunan, bukan harian.